Senin, 18 Mei 2015

Sensasi 3D De Mata Trick Eye Museum Jogja



Museum identik dengan barang barang antik, tradisional, dan bersejarah. Namun, seiring perkembangan zaman, museum pun juga ikut berkembang. Banyak museum unik, asyik, seru dan modern yang bisa kita jumpai, salah satunya adalah “De Mata Trick Eye Museum” alias museum 3D di Jogja tepatnya di kawasan XT Square, Jl. Veteran Pandeyan Yogyakarta. Bagi kamu yang suka berfoto ria pasti bakalan betah mengunjungi tempat ini. Ada sekitar 120 lukisan yang terpajang. Tiket masuk hari biasa Rp 25.000,00 sedangkan di hari libur Rp 35.000,00. Museum di buka dari jam 10.00 sampai 22.00 WIB.


 Salah satu koleksi lukisan



Sabtu, 02 Mei 2015

Rekomendasi Drama Korea



Buat yang suka nonton drama korea, berikut ini adalah rekomendasi drama korea yang sayang buat dilewatkan, versi saya (versi saya lo, kan selera orang beda beda hehe )

BIRTH OF BEAUTY (2014)


Birth of Beauty serial drama begenre komedi romantis yang menceritakan tentang perjuangan seorang wanita  gemuk dan jelek (tapi baik hati) bernama Sa Geum Ran untuk membalas dendam terhadap suaminya yang selingkuh, dia melakukan operasi plastik dan berniat untuk menggoda suaminya agar kembali padanya, namun di tengah perjuanganya, tersebut Sa Geum Ran menemukan fakta bahwa suaminya lah penyebab kecelakaan mobil yang dikendarainya. Pemeran Utama
Joo Sang Wook as Han Tae Hee
Han Ye Seul  as Sara/ Sa Geum Ran (setelah operasi plastik)
Ha Jae Sook  as Sa Geum Ran
Jung Gyu Woon as Lee Kang Joon
Wang Ji Hye as Gyo Chae Yeon
Hang Sang Jin as Han Min Hyuk

FATED TO LOVE YOU (2014)


Fated to Love You adalah remake drama Taiwan “Fated to Love You” tahun 2008. Lee Gun presiden perusahaan besar, memiliki pacar penari balet yang sedang mengejar impian di luar negeri, sementara itu Kim Mi Young seorang karyawan yang dijuluki gadis “post it” dikarenakan Kim Mi Young tidak bisa mengatakan tidak setiap dimintai bantuan oleh orang lain. Secara tidak sengaja Kim Mi Young dan Lee Gun bermalam bersama yang membuat Kim Mi Young hamil.
Pemeran Utama
Jang Hyuk as Lee Gun
Jang Nara as Kim Ming Young
Wang Ji Won as Nam Se ra
Choi Jin Hyuk as Daniel

MASTER'S SUN (2013)

Tae Ghong Sil wanita yang mampu melihat hantu di sekitarnya, lebih suka berdiam diri di kamarnya karena takut. Secara kebetulan bertemu dengan Joo Joong Won seorang CEO yang memiliki masa lalu menyedihkan sehingga membuatnya tak bisa membaca huruf, namun mengejutkan hantu tidak bisa mendekati Tae Ghong Sil setiap kali dia berada di dekat sang CEO.
Pemeran Utama
So Ji Sub asa Joo Joong Won
Gong Hyo Jin as Tae Ghong Sil
Seo In Guk as Kang Woo
Kim Yoo Ri as Tae Yi Ryung

THE QUEEN'S CLASSROOM (2013)


Bercerita suasana di sebuah sekolah dasar. Ma Yeo Jin seorang guru yang misterius, mendidik muridnya dengan keras dan penuh kedisiplinan, membuat murid murid membencinya. Metode yang digunakan sang guru dalam mengajar muridnya banyak mendapat pertentangan dari berbagai pihak.
Pemeran Utama
Go Hyun Jung as Ma Yeo Jin
Kim Hyan Gi as Shim Ha Na
Cheon Bo geun as Oh Dong Goo
Kim Sae Roon as Kim Seo Hyun
Seo Shin Ae as Eun Bo Mi
Lee Young Yoo as Go Na Ri

ROOFTOP PRINCE (2012)


Lee Gak seorang putra mahkota dari Dinasti Joseon mengalami perjalanan waktu ke masa modern bersama tiga orang pengikutnya. Di masa modern dia bertemu dengan orang orang yang mirip seperti saat di Joseon.  Di masa modern dia hidup sebagai Yong Tae Yong, kemudian berencana mengungkap kematian putri mahkota.
Pemeran Utama
Park Yoochun as Lee Gak/ Yong Tae Yong
Han Ji Min as Park Ha/ Bu Yong
Lee Tae Song as Yong Tae Mu/ Muchang
Jung Yong Mi as Hong Se Na/ Putri Mahkota
Lee Mi Ho as Song Man Bo
Choi Woo Sik as Do Chi San
Jung Suk Won as Wu Yong Sul








Jumat, 08 Agustus 2014

Cantiknya Pantai Wedi Ombo




pantai wedi ombo dihiasi bebatuan karang
Setelah sekian lama tidak mangkal di blog, kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan liburan ke pantai Wedi Ombo. Kalau orang Jawa pasti sudah tahu apa arti Wedi Ombo. Dalam bahasa Jawa wedi artinya pasir dan ombo artinya luas, jadi Wedi Ombo artinya pasir yang luas. Namun penamaan ini sepertinya kurang tepat karena pasir di pantai Wedi Ombo tidak begitu luas, bahkan lebih luas Pantai Baron dan Pantai Parangtritis yang sudah lebih dulu terkenal. Walaupun pasirnya tidak cukup luas, tapi garis pantainya cukup panjang, sehingga ada banyak tempat yang bisa di jelajahi di pantai ini, salah satunya kedung perahu(kolam karang yang bentuknya lonjong menyerupai perahu)  yang ada di sebelah timur pantai, dan ada juga batu karang tempat para mancing mania menyalurkan hobinya, tapi perlu berhati-hati dengan deburan ombak karena pemancing akan menghadap langsung ke laut.
tempat mancing mania menyalurkan hobinya




kedung perahu foto diambil saat sedang pasang jadi tidak tampak seperti kedung/kolam

Pantai Wedi Ombo merupakan salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, dimana Kabupaten ini terkenal akan pantai-pantainya yang indah. Terletak di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, pantai ini memang cukup jauh, namun pemandangan yang didapat jika sudah sampai disana, akan bisa mengobati rasa lelah setelah melakukan perjalanan.

 pantai Wedi ombo masih alami

Pantai Wedi Ombo memiliki pasir putih nan indah,dan di hiasi batu-batu karang, pantainya masih alami, uniknya pantai ini berada di bawah, sehingga kita harus menuruni tangga untuk menuju ke kawasan pantai. Fasilitas seperti toilet, mushola, dan tempat makan juga sudah ada. Jangan lupa berkunjung ke pantai Wedi Ombo ketika sedang berada di Gunung Kidul Yogyakarta.

Senin, 10 Maret 2014

Kualitas Tayangan TV di Indonesia



Lama nian gak corat coret di blog, kasihan ini blog udah terbengkalai berminggu-minggu. Mumpung lagi gak ada kerjaan curhat dulu deh.
Kira-kira pada suka nonton TV gak ya?hemm pastinya mulai dari anak-anak, tua, muda semua suka lihat hiburan di TV, bahkan bisa dibilang sudah menjadi bagian dalam hidup kita (duuh lebay nya). Tapi ngomongin soal program-program TV di Indonesia, kok lama-lama makin gak jelas ya? Banyak bermunculan rangkaian acara baru, yang isinya menurutku lebih banyak jeleknya daripada bagusnya, alias gak berkualitas. Dan anehnya lagi, rangkaian acara itu justru lebih banyak diminati dan mendapat rating yang bagus dari masyarakat.  Duhh, kalau seperti ini siapa yang salah? Kalau aku sendiri paling gak suka sama sinetron-sinetron yang pakai seragam sekolah, sama variety show yang pake acara joged-jogedan gak jelas, kalau disebutin satu-satu akan lebih banyak lagi, tapi dua acara diatas menempati peringkat no 1 dan 2 dalam daftar program TV terburuk menurut pendapatku sendiri.
Bisa kita lihat ya, untuk sinetron-sinetron yang khususnya menceritakan tentang latar seorang anak-anak sekolah, yang seharusnya mereka belajar, tapi setiap aku lihat gak ada adegan belajar ataupun saling berkompetisi dalam mendapatkan nilai akademis, yang diceritakan justru para siswa yang saling berebut pacar, ke sekolah naik mobil, pakai make up, duhh perasaan waktu aku masih sekolah gak segitunya deh, apa gak berlebihan itu namanya? Ditambah lagi iri, dengki, hasut, dendam selalu menghiasi jalan cerita, apalagi ditambah kata-kata kasar para pemain antagonis seperti kata “PA”, dan aku paling risih kalau ada aktor dan aktris yang nyebutin kata ini, malah ada anak kecil temanya tetanggaku yang suka bilang kata itu ke orang lain, sungguh menyedihkan (mulai terbawa suasana).
Lalu bagaimana dengan acaranya variety show nya, hampir semua stasiun TV punya acara yang pake jogged-jogedan demi menarik perhatian para pemirsa, humoran yang gak bermutu, dan kadang justru menyiksa bintang tamu, tapi malah mendapat rating yang tinggi. Eitt tapi ingat rating yang tinggi sebuah acara tidak sama dengan kualitas yang disajikan lo. Kadang aku berfikir orang-orang yang bekerja di sebuah stasiun TV bukannya pinter-pinter ya? Trus semua pasti mengenyam pedidikan yang tinggi juga, dan untuk bisa masuk bekerja di sebuah stasiun TV pun membutuhkan seleksi yang cukup ketat bukan? Tapi semua itu seperti tidak berbanding lurus dengan rangkaian acara TV yang dihasilkan. Bisa jadi watak masyarakat Indonesia yang kurang disiplin, kurang tertib, suka melanggar aturan, salah satunya adalah akibat tayangan-tayangan kurang bermutu yang setiap hari disuguhkan, karena apa yang kita lihat dan kita dengar akan terekam dalam memori kita. Sampai sejauh ini kah? Heheh ini pendapat lo, kan setiap orang punya hak untuk berpendapat. Aku sendiri jarang nonton TV, lebih suka search info di internet atau download acara dari stasiun TV luar yang dirasa lebih bagus, maap ya bukanya gak cinta produk lokal, tapi kenyataanya memang seperti itu. Tapi kata kakakku ada sih stasiun TV baru  yang memiliki acara berkualitas dan bermanfaat (gak mau sebut merk) tapi sayang sekali di daerahku gak mau nyangkut tuh stasiun TV, maklum lah tempat tinggalku di sebuah desa yang masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang. Oke semoga saja kita sebagai masyarakat bisa pintar dalam memilih mana acara yang bagus dan tidak layak ditonton, pihak KPI bisa bertindak tegas jika ada acara yang memang tidak bermanfaat, dan terakhir produser sendiri yang sadar akan pentingnya tontonan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Semangat..hidup untuk Indonesia yang lebih baik!

Rabu, 27 November 2013

Perlukah Pemerintah Membuat Aturan untuk Para Gamers?




Tulisan ini hanyalah sedikit curahan dari hati yang paling dalam. 

Apa itu game?pertanyaan ini jelas bisa dijawab oleh semua orang. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, siapa yang tidak kenal dengan game. Game merupakan fenomena tersendiri di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Game telah merambah di semua lapisan masyarakat, tidak memandang usia, status sosial, maupun ekonomi, semua pasti pernah memainkannya bahkan di beberapa artikel yang pernah kubaca Indonesia merupakan pasar  game online yang paling potensial se Asia Tenggara. Tapi yang akan kutulis disini adalah game secara keseluruhan, entah itu game online, PC, game besar maupun kecil dan aku akan bersikap netral, karena aku bukanlah pecinta game dan aku juga bukan pembenci game, aku pun punya game favorit seperti counter strike, NFS Underground dan Most Wanted.
 Kita tahu semakin hari semakin gila saja para gamers merajalela di negeri ini, dan rata-rata adalah usia Sekolah dasar sampai anak-anak SMA. Bagi yang dirumah tidak ada fasilitas bermain game, mereka akan pergi ke warnet yang menyediakan berbagai layanan game online, apalagi warnet-warnet jaman sekarang sudah merambah sampai ke desa-desa. Lalu salahkah para pelajar yang suka bermain game? Menurutku tidak karena pelajar juga manusia, mereka butuh istirahat setelah seharian menerima berbagai macam pelajaran yang ada di sekolah. Ditambah lagi dengan system pendidikan yang kurang mendukung dan kurang bisa menggali potensi diri para siswa. Saking banyaknya para remaja yang gila bermain game, akupun jadi malas untuk pergi ke warnet, jika suatu ketika aku membutuhkan koneksi internet yang bagus (maklum koneksi internet di rumah sedikit lola) aku harus memilih waktu yang tepat agar tidak berbarengan dengan kepulangan para pelajar, kenapa? Karena akan berisik sekali bersamaan dengan pelajar apalagi pelajar SD,bisa-bisa apa yang aku butuhkan tidak bisa selesai.
Tidak usah panjang lebar, game memang memiliki dampak positif dan juga negative, diantara dampak positifnya adalah terhibur, melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi , peka terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan dampak negatifnya diantaranya kecanduan, menimbulkan perilaku agresif mudah marah, berbohong, menimbulkan ketegangan syaraf. Yang menjadi masalah disini adalah begitu banyaknya  para pelajar yang tidak bisa mengontrol keinginan bermain game mereka, sehingga dampak positif dari bermain game pun  tidak bisa dirasakan lagi. Bahkan ada sebagian lagi yang sama sekali tidak memikirkan bagaimana masa depannya kelak, mereka tidak pernah meluangkan waktu untuk belajar, bahkan ada yang sampai lupa beribadah gara-gara bermain game. Kondisi seperti ini tentu membuat orang tua pusing, saya sendiri sebagai kakak juga mengalaminya.  Semua artikel tentang bagaimana mengatasi anak yang kecanduan game telah dicoba, tapi tetap saja belum ada hasilnya. Pernah suatu ketika saya mendapatkan sebuah artikel bahwa Korea Selatan akan memberikan aturan tentang pembatasan waktu bagi para gamers, kemudian Vietnam akan melakukan penutupan situs game online, lalu kira-kira perlukah Negara kita tercinta juga membuat aturan untuk para gamers? Sepertinya memang perlu, mengingat generasi muda sekarang ini banyak yang telah menjadi pecandu game. Mungkin tidak harus menutup tapi hanya sebatas mengatur jam bermain game, dan memperbanyak game-game yang bersifat edukatif serta membatasi game-game yang bersifat kekerasan,memang hal ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, tidak hanya sebatas pengawasan dari orang  tua, tapi juga pihak sekolah, lingkungan masyarakat, pihak warnet, dan pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Jangan sampai hal ini dianggap sepele sehingga menjadikan generasi muda di Indonesia menjadi generasi yang dibayang-bayangi imajinasi semata.